Unexpected Fortune Bringer (Chap 1 ) EXO's Fanfiction Story Indonesia

SuciagustiniTitle : Unexpected Fortune Bringer (Chap 1)
Cast : Baekhyun, Hyo Hoon, etc.
Genre : Romance, little comedy, school life, etc.
Author : Cherish Yue
Sebelumnya FF ini udah pernah di post di page Exo Fanfiction, juga udah pernah aku post di note aku. Dulu pernah post disini juga tapi cuma linknya aja.
FF ini murni milik saya kecuali para cast milik Tuhan dan orangtua masing-masing.
Jangan diplagiat ok??
Happy Reading...
......****......

Hyo Hoon POV
"Hmmph... Baek-ah.. Hen.." namja bernama baekhyun yang notabenenya sahabatku terus menyerang bibirku.
Bahkan ketika aku mulai kehabisan oksigen, dia sama sekali tidak memberi cela atau kesempatan untukku mengambil napas sejenak.
"Mmmpphh..." desahku sambil berusaha mendorong tubuhnya, tapi gagal..
Sh*t.. Kondisi macam apa ini? Sahabatku bahkan menyerangku seperti ini..
Oh no.. Kini dia mulai turun ke leherku dan alhasil aku sangat geli akibat perbuatannya. Aku berharap dia berhenti melakukan itu sekarang juga!
"Ssh.. Baek-ah.. Geli.. Hentikan... Jebal.."
Dia berhenti mencium leherku ketika bercak merah sudah tertanda disana.
Hyo Hoon POV end.
.
.
.
.
.
Baekhyun POV
Hantu apa yang merasuki tubuhku hingga aku berani melakukan 'itu' dengan sahabatku sendiri 'Hyo Hoon'. Aku terus mencium bibirnya dengan paksa walaupun dia sudah menyuruhku menghentikannya tapi aku ingin lebih.. Benar.. Aku sudah gila karna memendam perasaan 'cinta' ini terlalu lama hingga membuatku berani melakukan ini.
*plak* dia menamparku kuat saat dia terbangun diranjang milikku.
.
.
.
.
.
9 bulan kemudian..
"Yah! Baek-ah.. Aku ingin minum banana milk.." panggil Hyo Hoon saat aku sedang tertidur pulas di sampingnya.
"Aigoo.. Yeobo-ah.. Ini sudah malam.." balasku malas seraya membalikkan badanku ke sisi lain.
"Kau berani menolak permintaan calon anak kita hm?? Kalau bukan karna ulahmu ..."
"Ara.. Ara.." ucapku langsung bangun dan mencarikan banana milk untuk istriku --yah istri karna aku sudah menikahinya berkat insiden itu-- padahal ini sudah jam 2 dini hari.
Aku membeli banana milk yang diinginkan Hyo Hoon disebuah minimarket 24 jam terdekat dan segera kembali agar dapat tidur dengan nyenyak.
"Baekkie-ah... Neomu appo... Ah...." teriaknya dari dalam kamar dan aku langsung masuk melihatnya.
Ya ampun dia akan segera melahirkan.. Apa yang harus kulakukan?? Aku bahkan belum siap menjadi appa.. Aku ini baru anak kelas 3 SMA.. OMG!!!
Tapi ini semua adalah salahku juga.. Gak mungkin kubiarkan dia sperti itu kan?
Baiklah tenangkan dirimu baek.. Kau pasti bisa.. Telepon memanggil ambulan? Ya itu yang harus kulakukan sekarang.
>>
Sekarang dokter sudah menanganinya selama kurang lebih 2 jam. Aku tidak bisa tenang dan terus berjalan mondar mandir bak setrika pakainan di depan ruang persalinan itu. Tak lama setelahnya aku mendengar suara bayi.
*Oek.. Oek..*
.
.
.
.
.
"Andwae!!!" Teriakku.
*oppa gangnam style..*
Omo.. Untung itu hanya mimpi.. Kalau aku berani melakukan itu, aku yakin aku pasti akan dibunuhnya bahkan sebelum menyentuhnya.. Hahahaha.
*klik* kumatikan alarmku dan 'what? 7.15?' hell.. Aku pasti akan telat lagi kalau tidak cepat.
Baekhyun POV end.
.
.
.
.
.
Hyo Hoon POV
Tiba-tiba terdengar lagu shinee yang berjudul ring ding dong dari ponselku, ya, itu nada alarm yang kupasang sejak dulu. Kubuka mataku dan melotot ketika jam dinding kamarku menunjukkan pukul 07.15 yang berarti 15 menit lagi gerbang akan segera ditutup.
Dengan cepat aku ke kamar mandi, mandi ala mandi bebek lalu memandang cermin sejenak memastikan tidak ada bercak disana. Untung saja kejadian itu hanya mimpi.
Jika kalian tanya mengapa tidak ada yang membangunkanku? Atau kenapa aku tinggal sendirian disebuah apatermen? Jawabannya hanya satu..
Karna orangtua beserta eonni dan oppaku tinggal di jepang dan hanya akan pulang setahun sekali. Ok aku akan segera berangkat dengan pororo. Pororo? Ya nama kereta kesayanganku 'pororo'.
Skip>>
"No!!!!!!!" pagar benar-benar sudah tertutup sekarang.
Eotokhe? Hm..
Kuparkirkan pororo ke kantin sebelah yang sering kudatangi untuk sekedar makan dan nongkrong bareng Baekhyun, dkk.
Kini aku kembali ke sekolah dan berjalan menuju pagar samping untuk masuk diam-diam. Biasanya juga gitu.. Hahaha...
"Baek.." panggilku ketika kulihat Baekhyun sedang berusaha memanjat pagar yang akan kupanjat juga.
"Oh.. Hyo Hoon-ah.. Kau juga terlambat?" Balasnya.
"Ya iyalah.. Babo!! Kalau gak telat ngapain aku disini??"
"Ah.. Ye.." dia terlihat sedikit canggung dari biasanya! Kenapa ya? Seharusnya aku yang canggung setelah mimpi dia menciumku.
Hyo Hoon POV end.
Author POV
"Kau berbeda.. Lebih canggung.. Waeyo?" kata Hyo Hoon terus terang.
'Tentu saja.. Aku memimpikan kau melahirkan anakku.. Bagaimana aku tidak canggung??' gumam Baekhyun dalam hati lalu membalas Hyo Hoon "Aniyo.. Nan gwenchana.. Kau mau panjat? Biar kubantu.."
Baekhyun melempar tasnya bersama tas Hyo Hoon ke dalam.
"Kau duluan.." ucap Baekhyun sambil mengangkat tubuh Hyo Hoon.
Tak ada sedikit canggung atau malu ketika Baekhyun mengangkatnya seperti itu, mereka sudah berteman sejak lama dan Hyo Hoon adalah yeoja yang tomboy.
Semua teman Hyo Hoon adalah namja seperti Baekhyun, Chanyeol, Kai, Chen, Tao, dan Kris yang merupakan 'pangeran' disekolah mereka. Semua yeoja di sekolah itu bahkan sangat iri dengannya yang bisa dekat dengan namja-namja tampan bak malaikat itu.
"Palli.." teriak Hyo Hoon pelan.
Baekhyun kini sudah masuk dan bersiap menuju kelas bersama-sama dan ketika mereka berputar sudah ada Jung Seonsaengnim yang melihat mereka dengan tangan terlipat di depan dada.
"Annyeonghaseyo Seonsaengnim.." salam mereka berdua bersamaan sambil tersenyum kikuk.
Singkat cerita kini mereka berdua pun dihukum membersihkan taman sekolah karna terlambat. Lonceng berbunyi yang bertanda waktu istirahat. Perut mereka mulai demo minta makan tapi dari tadi Jung Seonsaengnim terus mengawasi mereka hingga lonceng kembali berbunyi.
Mereka benar-benar kelaparan sekarang tapi untung teman mereka datang membawa beberapa makanan kepada mereka.
"Hey.. Ternyata benar kalian disini.." kata Kris.
"Sudah buruan sini makanannya.. Perutku sudah keburu demo.." balas Baekhyun sambil menyambar makanan di tangan Kris.
"Entar pas pulang ngumpul di kantin sebelah.. Ok??" ajak Chanyeol kemudian.
"Ok" balas Hyo Hoon melanjutkan kerjaannya setelah makan.
Sekarang mereka sudah menyelesaikan hukuman mereka dan diijinkan kembali ke kelas, tapi sepertinya ini merupakan hari sial mereka. Bagaimana tidak? Sekarang adalah ujian matematika yang paling mereka benci.
Hyo Hoon melototi kertas ujian yang baru saja dibagikan oleh Cho Seonsaengnim.
'Soal apaan ini??' gumamnya.
1 menit...
2 menit...
3 menit...
4 menit...
5 menit kemudian...
"aku siap!" kata Hyo Hoon sambil berdiri dengan senyam senyum, Ia mengumpulkan kertas ujian itu yang kemudian disusul oleh Baekhyun, dkk.
Tidak disangka ternyata ujian kali ini begitu mudah. Sebuah tes matematika dengan pertanyaan anak SD.
Hyo Hoon POV
"Kau bisa tadi?" tanya Baek.
"Hahaha kau ini.. Masa gak bisa?? Kalau gak bisa, udahlah.. Mati aja!!" balasku enteng.
Tentu saja itu mudah. Itu hanya soal perkalian, penjumlahan, pembagian, dan pengurangan. Ini gila, bagaimana bisa soal kali ini begitu mudah?
"Udah ah.. Gak usa bahas itu.. Mending sekarang kita ke kantin sebelah!! Ok??" Ujar Tao
>>
"ahjumma.. Seperti biasa.." teriakku dari luar.
Tidak lama kemudian aku seperti mendengar suara nenek lampir dari kuburan tanah jawa.
"Byun Baek nae chagi... Where are you??"
Aku yakin suara itu milik Kim Taeyon, noona genit yang terus mengejar Baekhyun seperti harimau kelaparan.
Aku cerita sedikit tentang Kim Taeyeon. Kim Taeyeon itu noona kami. Aku lebih suka manggil noona daripada eonni. Dia itu sudah mengejar Baek sejak lama dan melakukannya secara terang-terangan. Nah.. Gara-gara hal ini Baek minta tolong sama aku buat pura-pura jadi yeojachingunya supaya Taeyeon jerah and nyerah. Tapi nyatanya apa? Dia gak percaya Baek sama aku pacaran. Demi membuat dia yakin Baek menciumku untuk pertama kalinya ‪#‎firstkissku‬ dan aku sangat marah pada Baek karna itu tidak ada diperjanjian kita. Tapi yang berlalu biarlah berlalu yang penting dia masih jadi temen baikku.
"Chagi.. Ternyata kau disini.." serunya dan langsung duduk disamping Baek.
Cih.. Gak tau malu..
"Yah!! Siapa yang chagimu?? Pergi sana.. Kau kan tau aku dan Hyo Hoon.." bentak Baek.
"Baek dan Hyo Hoon berpacaran... Terlambat bareng... makan bareng... tidur bareng.. Eh salah.. Haha" sambung Kai sambil nyegir.
Aku hanya diam menatap tajam noona jelek itu.
"Siapa yang peraya mereka pacaran?? Gak usa akting and bohong-bohong!! Kagak ada gunanya!!" balasnya yang kemudian memesan sesuatu juga.
Kami kemudian memasang kode satu sama lain lalu satu anggukan kecil dan..
Hana...
Dul...
Set...
Hitungan ketiga kami pun lari meninggalkannya sendiri.
Hyo hoon POV end.
///
Mereka semua sudah pulang ke rumah masing-masing. Berhubung ujian mtk tadi adalah ujian terakhir, kini mereka mendapakat liburan semester yang cukup panjang.
Baekhyun POV
*oek... Oek...* suara bayi siapa itu??
*oek... Oek...* suara itu terdengar lagi..
Apa aku salah dengar?? Aku mengorek telingaku dengan jari telunjukku. Kemudian aku kembali mendengar suara bayi.
Suara itu spertinya berasal dari bagasi mobilku. Aku kembali mengecek bagasi mobil.
Dan...
Astaga apa ini??
Bayi??
Ada bayi di mobilku??
Bagaimana bisa??
Aegi siapa ini??
Apa yang harus kulalukan sekarang???
TBC..
PLEASE RCL!!

Sumber

Halaman